![]() |
| ilustration of "Metamorfosa 3 : Imago" |
Selasa, 29 Mei 2012
Metamorfosa 3 : Imago
Rabu, 23 Mei 2012
Kosong
Kosong bukan karena tanpa isi
Kosong karena kita belum bisa melihatnya
Ketika mata raga tak bisa meraba,
saatnya meraba dengan mata hati.
Senin, 21 Mei 2012
Kita Bangkit Bukan Karena Jatuh
Bismillahirrohmaanirrohiim, Alhamdulillah wash sholatu was salamu 'ala Rosulillah SAW.
Sebuah ilustrasi : Seorang ibu menjewer putranya yang dirasa nakal karena ketahuan mencuri mangga milik tetangga, "Dasar anak bandel, siapa yang ngajarin maling hahh?! Itu merugikan orang lain dan dirimu sendiri, nak!" Tetangganya yang kebetulan lewatpun menimpali. "Iya tuh Bu, anaknya emang bandel, tukang nyolong, suka berantem. Anak setan kaleee..." Mendengar hal tersebut, tentu saja Sang Ibu tidak terima atas penilaian premature tetangganya. Sambil berkacak pinggang, mata melotot tentu saja Sang Ibu berteriak, "Haahh, apaaah?!... tahu apa kamu soal anak saya?!. Biar nakal begini dia berprestasi, jangan coba coba sok tahu kamu ya!"
Jumat, 18 Mei 2012
Hahhh... PR Lagi ?!
![]() |
Lagi males basa basi, abis pulang kerja seh... dapet jatah shift siang tadi (13.00 - 19.30 WIB). Jadi langsung aja mo ngerjain PR dari Kang Eksak keburu mo bobo. Capek. Untuk Kang Eksak, jangan ge-er ya kalo ini tak prioritaskan dulu, soalnya saya anggap ada beberapa pertanyaan yang urgent untuk segera dijawab. Cekidot.
Indonesia Go Blog
Bismillahirrohmaanirrohiim, Alhamdulillah wash sholatu was salamu 'ala Rosulillah SAW.
Disuatu senja nan mempesona, seorang cowok berkunjung ke kerajaan Debu Semesta ini. Sambil tak henti hentinya ngupil ia memasuki gerbang melewati beberapa pengawal, pengawalan yang berlapis tak membuatnya gentar, terkadang ia berhenti sejenak menghampiri pengawal yang ia kenal, yang bikin heran koq bisa sih dia akrab banget ama para pengawal kerajaan itu, salaman, cipika cipiki, ngobrol sambil cekikikan terkadang malah cubit cubitan *eh*. Tak berapa lama ia pun menuju aula singgasana nyodorin gulungan lontar kepada saya, sebagai penguasa tunggal tahta kerajaan ini yang baik hati tentu saja saya menerimanya, gulungan lontar itu segera saya buka...
Langganan:
Entri (Atom)


